Pelatih Bhayangkara FC Gusar Karena Aremania

Pelatih Bhayangkara FC Gusar Karena Aremania

Pokergame88 – Pelatih Bhayangkara FC Gusar Karena Aremania. Banyak sekali kejadian unik yang terjadi saat babak penyisihan Piala Presiden 2018. Salah satunya adalah yang terjadi pada pelatih Bhayangkara FC, Simon McMenemy yang merasa kecewa saat timnya gagal lolos ke babak 8 besar.

 

Kegagalan tersebut terjadi karena Bhayangkara FC kalah dalam produktivitas gol dari tim Arema. Namun, bukan hal itu saja yang membuat pelatih ini begitu kecewa. Dia mengungkapkan, sikap Aremania menimbulkan kekecewaan besar bagi dia dan timnya.

 

Menurut Simon, fans dari Aremania menimbulkan atmosfer kurang mengenakan ketika Arema dan Bhayangkara FC bertanding. Entah karena telalu mendukung Arema, bahkan Aremania bertepuk tangan saat salah satu pemain Bhayangkara (T.M Ichsan) ditekel kasar oleh Hanif Sjahbandi dan tekelan tersebut membuat TM Ichsan menjadi cedera dan bahkan harus ditandu keluar lapangan.

 

Menurut pelatih Bhayangkara FC tersebut, dia merasa kecewa pada Aremania yang bertepuk tangan saat pemainnya terluka. Aremania tampak tidak memiliki respek pada para pemain Bhayangkara, bahkan di saat pemain Bhayangkara terluka karena pemain Aremania.

 

Agen Bola Resmi – Pelatih asal Skotlandia ini menyayangkan sikap Aremania yang memenuhi stadion tempat pertandingan berlangsung. Pelatih ini berharap, Aremania bisa menaruh sedikit respek pada pemainnya, meskipun Bhayangkara adalah lawan dari Arema saat itu.

 

Karena gusar, bahkan Simon pun melampiaskan kekecewaannya pada Aremania. Mantan pelatih Mitra Kukar tersebut mengumpat dan bertepuk tangan sambil menghadap ke arah tribun. Mungkin pelatih itu pun sedih karena Ichsan tidak bisa melanjutkan pertandingan melawan Arema.

 

Beruntung, Ichsan dinyatakan tidak terkena cedera serius. Tak ada dislokasi maupun indikasi patah tulang, hingga hal tersebut sedikit mengurangi kekecewaan Simon. Hanya saja, Simon tetap berharap Aremania untuk lebih respek terhadap pemain lain.

 

Pelatih Bhayangkara ini pun berpendapat, para pemainnya di Bhayangkara FC tidak bisa tampil maksimal karena permainan Arema yang keras dan mengganggu permainan juga mental pemain di lapangan. Berbanding terbalik dengan pelatih Bhayangkara FC yang merasa kecewa, Aremania malah merasa senang saat pemain Arema melakukan pelanggaran keras pada pemain Bhayangkara FC. Menurut mereka, hal tersebut adalah simbol keberanian dari tim berjuluk Singo Edan tersebut.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *