Supporter Menyerang Pemain Saat Berjuang Menghindari Degradasi

Supporter Menyerang Pemain Saat Berjuang Menghindari Degradasi

Pokergame88 – Supporter Menyerang Pemain Saat Berjuang Menghindari Degradasi. Bukan, bukan tentang West Ham United (lagi) kali ini. Liga 1 sering menjadi berita utama karena alasan yang salah pada musim lalu terutama pada insiden di Bastia, Metz, Marseille dan Nantes.

 

Badan penyelenggara liga, LFP, turun tangan dengan tegas ke klub yang bermasalah dan fans mereka. Tidak ada insiden besar dalam kampanye saat ini, sampai Sabtu malam, ketika ratusan supporter Lille OSC turun menyerbu lapangan di Stade Pierre-Mauroy setelah ditahan imbang 1-1 dengan Montpellier.

 

Lille telah berjuang keras namun berakhir dengan hasil yang buruk sejak Gérard Lopez membeli klub tersebut tahun lalu, disertai hasil di lapangan yang tampak mencerminkan kesuraman terhadap manajemen. Marcelo Bielsa yang ditunjuk sebagai pelatih pada bulan Mei lalu dipecat pada bulan Desember setelah tidak tampaknya perkembangan.

 

Pengganti Bielsa, Christophe Galtier sempat membawa timnya itu berada dalam statistik stabil. Kemenangan penting atas Strasbourg, Lyon, dan Nantes memberi harapan baru bagi para penggemar untuk bertahan, namun kebobolan melawan OGC Nice dan Angers SCO menyebabkan tim ini jatuh tersungkur di jurang degradasi di urutan ke-19 dengan sembilan pertandingan tersisa musim ini.

 

Hasil imbang melawan Montpellier yang sedang berjuang demi mendapatkan slot di Eropa mungkin tidak terlihat seperti hasil buruk, tapi kemarahan para penggemar telah lama terpendam. Titik didih akhirnya meledak pada hari Sabtu kemarin.

 

Tak lama setelah peluit akhir dibunyikan, supporter tumpah-ruah dari balik gawang Benjamin Lecomte, bergegas mendekati pemain mereka sendiri dan mencoba menyerang mereka. Dengan sigap pihak keamanan klub tersebut berhasil mencegah agar tidak ada pemain yang mengalami luka serius.

 

Situasi finansial Lille yang sudah sulit sebelum kedatangan Lopez, diperburuk pada musim panas oleh pengeluaran bersih klub. Setelah menjual Martin Terrier ke Lyon seharga £10.8 juta pada bulan Januari telah membantu, namun ancaman denda membuat klub khawatir. Pengawas keuangan Perancis yang berkuasa, DNCG, tak pernah ragu menghukum klub yang keuangannya tidak sesuai standar.

 

Seorang calon sponsor asal Hong Kong yang menonton pertandingan tersebut dengan keluarganya hampir berkomitmen pada kesepakatan bernilai €20 juta, namun pergi ketakutan setelah melihat keadaan. Di lapangan, setelah para pemain diantar dengan selamat ke ruang ganti, terdengar lantunan “jika kita jatuh, kami akan menjatuhkanmu” oleh penggemarnya yang menunjuk ke arah Lopez dan direktur umum Marc Ingla.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *