Kisah Wonderkid Real Madrid Yang Berakhir Dengan Kesedihan

Pokergame88 – Kisah Wonderkid Real Madrid Yang Berakhir Dengan Kesedihan. Tampak ada harapan besar bagi seorang Alipio di Real Madrid ketika mereka memutuskan untuk mengeluarkan €2,5 juta untuk jasanya di tahun 2008. Pada saat itu, Los Blancos juga mengintai Philippe Coutinho, tetapi mereka memutuskan untuk tidak mengontraknya demi pemain berusia 16 tahun ini.

 

Real Madrid berhasil menangkis minat Chelsea untuk menyelesaikan penandatanganannya dari Rio Ave, dan pelatih tim juniornya di klub Portugal yakin dia akan menjadi bintang masa depan. “Dia memiliki potensi besar. Jika mereka berhasil mengubah kemampuannya, dia akan menjadi pemain hebat. Dia sangat cepat, jenius dan dia memiliki bakat yang tidak biasa. Dia juga sangat berbahaya dalam situasi satu lawan satu”, kata Pedro Cunha.

 

Kisah Sedih Alipio Bermula

Tapi ada satu masalah besar yaitu Alipio tiba di Spanyol dengan tendonitis di lututnya yang memerlukan perawatan berjalan. Selain itu, Alipio kehilangan kedua orangtuanya ketika dia masih kecil, dan pada usia 16 tahun, dia sangat membutuhkan dukungan untuk menyesuaikan kehidupan di negara asing.

Tapi untuk beberapa alasan yang tidak diketahui, Real Madrid menolak memberinya perawatan yang dia butuhkan untuk membantu kesembuhan lututnya, justru dengan memberinya anti-inflamasi atau anti-peradangan. “Ketika Real Madrid menandatangani saya, mereka tahu saya menderita tendinitis di lutut kanan, tetapi mereka tidak memberi saya perawatan apa pun. Saya harus mengobati sendiri menggunakan anti-peradangan”, ungkap Alipio.

Dengan situasi Los Blancos gagal membantunya, Alipio merasa seolah dia harus pergi hanya dua tahun setelah penandatanganannya. Akhirnya dia memilih Benfica, yang menawarkan untuk membantu masalah di lututnya.

 

Kerusakan Telah Terjadi

Sepertinya masalah Alipio justru memburuk. Dia mencoba untuk bermain melalui rasa sakit, tetapi itu justru memperparah dan akhirnya dia memutuskan untuk menjalani operasi. Setelah melakukan comeback, ia mendapatkan cedera di lutut kirinya yang membuatnya keluar untuk waktu yang cukup lama .

Dia sempat dipinjamkan ke Cyprus dan Yunani. Di kedua negara tersebut Alipio mengalami masalah, dengan semua faktor yang dikombinasikan mengarah ke depresi. Dengan demikian, ia di-release oleh Benfica.

“Saya pergi ke Cyprus dengan status pinjaman, dan setelah operasi kedua, saya ingin berhenti bermain. Saya memiliki masalah dengan sang pelatih dan saya akhirnya pergi ke Yunani, tetapi saya mengalami kesulitan beradaptasi dengan bahasa, yang menyebabkan saya merasa depresi”, ujar Alipio.

 

Pensiun Dari Sepakbola

“Saya akhirnya pergi ke psikolog dan saya memutuskan untuk meninggalkan sepakbola, kembali ke Brasil untuk belajar dan bekerja,” tambahnya. Akhirnya Alipio kembali ke permainan setelah pensiun sejenak dan tampaknya sudah betah di negaranya dan saat ini bermain untuk Fortaleza di liga kedua sepakbola Brasil.

Sekarang di usia 25 tahun, Alipio akhirnya menghidupkan kembali kecintaannya pada sepakbola. Tapi, dia mengisyaratkan bahwa pengalamannya di Real Madrid adalah kejatuhannya yang sangat kelam.

Mungkin jika Los Blancos memberinya dukungan yang dia butuhkan, karirnya mungkin sangat berbeda dengan sekarang.